<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8794657356997735159</id><updated>2011-04-22T02:45:22.142+07:00</updated><category term='akhwat only'/><category term='tausiah'/><title type='text'>Embun Tarbiyah</title><subtitle type='html'>asalamualaikum.. selamat datang di forum tausiah dan penambah wawasan kita semua.. 
sekarang anda telah menjadi member embun tarbiyah community..</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://al-rantisi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8794657356997735159/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-rantisi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>itok toni Al-Rantisi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11325544189110677300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>13</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8794657356997735159.post-1437483124829897853</id><published>2008-08-24T11:35:00.003+07:00</published><updated>2008-08-24T11:55:38.732+07:00</updated><title type='text'>telah di temukan Fosil nabi adam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FJ21P4wFnhI/SLDo-lkkcgI/AAAAAAAAACo/uEAKxR8mmzU/s1600-h/adam.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FJ21P4wFnhI/SLDo-lkkcgI/AAAAAAAAACo/uEAKxR8mmzU/s320/adam.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5237942528566915586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;asalam teman-temanku seiman.. saya mendapatkan ini dari salah seorang murid saya yang sedang browsing dan dia mendapatkan ini.. saya pikir ini adalah salah sati temuan yang unik.. saya tidak mengetahui kejelasannya apakan ini kenyataan atau hanya buatan editan komputerisasi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan ketika saya surfing di situsnya tenyata fosil ini masih dipertanyakan karena ternyata fosil ini ditemukan di china.. apakah mungkin nabi adam berjalan-jalan sampai terdampar di negeri tirai bambu ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini adalah salah satu gambarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sungguh besar bukan.. ?? jika ini benar adalah fosil nabi adam apakah tidak terlalu baik karena fosil dinosaurus saja sudah banyak yang retak dan sebagainya.. tapi fosil ini terlihat utuh dan seperti fosil baru ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, menurut kepercayaan umat muslim, Nabi Adam memiliki tinggi tubuh yang sangat luar biasa. Dalam temuan ini, hal itu bisa dilihat dari perbandingan orang yang mengeruk fosil dengan tengkorak kepalanya saja. bagaimana menurutmu???&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8794657356997735159-1437483124829897853?l=al-rantisi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8794657356997735159/posts/default/1437483124829897853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8794657356997735159/posts/default/1437483124829897853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-rantisi.blogspot.com/2008/08/telah-di-temukan-fosil-nabi-adam.html' title='telah di temukan Fosil nabi adam'/><author><name>itok toni Al-Rantisi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11325544189110677300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FJ21P4wFnhI/SLDo-lkkcgI/AAAAAAAAACo/uEAKxR8mmzU/s72-c/adam.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8794657356997735159.post-3653037193063584605</id><published>2008-08-07T19:15:00.001+07:00</published><updated>2008-08-07T19:17:55.324+07:00</updated><title type='text'>ramadhan telah tiba</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sering sekali kita mendengarkan dan membaca hadits-hadits/sabda Nabi&lt;br /&gt;Shallallaahu alaihi wa Sallam yang berisikan kabar gembira saat kedatangan bulan&lt;br /&gt;Ramadhan. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam menyatakan bahwa bulan&lt;br /&gt;Ramadhan merupakan bulan dibukanya pintu rahmat dan pintu surga, ditutup&lt;br /&gt;rapat-rapat seluruh pintu Jahannam dan syetan-syetan dibelenggu . Beliau&lt;br /&gt;bersabda,&lt;br /&gt;"Apabila masuk awal bulan Ramadhan maka dibukalah pintu-pintu surga dan tak ada&lt;br /&gt;satu pun dari pintu itu yang ditutup, serta pintu-pintu Jahannam ditutup dan tak&lt;br /&gt;satu pun di antara pintu-pintu itu yang terbuka, dan syetan-syetan dibelenggu"&lt;br /&gt;(HR. At-Tirmidzi dan mengatakan hadits hasan gharib,Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah,&lt;br /&gt;Al-Baihaqi, An-Nasai. Dan Al-Hakim dengan lafal yang sama mengatakan, "Shahih,&lt;br /&gt;sesuai syarat Al-Bukhari-Muslim". (At-Targhib wat-Tarhib 2/220)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga bersabda, "Telah datang kepadamu Bulan Ramadhan bulan yang penuh&lt;br /&gt;berkah, Allah meliputi kalian di dalam bulan tersebut, rahmat diturunkan,&lt;br /&gt;dosa-dosa dihapuskan dan do'a-do'a dikabulkan. Allah melihat kalian semua&lt;br /&gt;berlomba-lomba di dalam bulan itu, maka Dia merasa bangga terhadap kalian dan&lt;br /&gt;para malaikat. Maka perlihatkanlah segala macam kebaikan diri kalian di hadapan&lt;br /&gt;Allah. Sebab orang yang celaka adalah orang yang terhalang mendapatkan rahmat&lt;br /&gt;Allah pada bulan tersebut." (HR. Ath-Thabrani dan para perawinya tsiqat&lt;br /&gt;(terpercaya)/At-Targhib wa At-Tarhib 2/222)&lt;br /&gt;Sabda beliau yang lain, "Barang siapa yang berpuasa di Bulan Rama-dhan karena&lt;br /&gt;iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu. Dan&lt;br /&gt;barang siapa yang shalat malam di Bulan Ramadhan karena iman dan mengharap&lt;br /&gt;pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Dan barang siapa shalat&lt;br /&gt;di malam lailatul qadar karena iman dan meng-harap pahala, maka akan diampuni&lt;br /&gt;dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak lagi hadits-hadits lain yang menerangkan keutamaan puasa dan shalat&lt;br /&gt;malam pada bulan tersebut. Adapun hadits yang menerangkan tentang besarnya&lt;br /&gt;pahala puasa adalah hadits qudsi berikut ini, (Allah berfirman),&lt;br /&gt;"Setiap amal anak Adam adalah untuknya, sedangkan setiap kebaikan akan&lt;br /&gt;dilipatkan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat, terkecuali puasa, maka ia&lt;br /&gt;adalah untukKu dan Aku sendiri yang akan memberikan balasannya. Shoimun telah&lt;br /&gt;meninggalkan syahwatnya, makan dan minumnya karena Aku. Bagi orang yang berpuasa&lt;br /&gt;mendapatkan dua kebahagiaan, (yaitu) kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan&lt;br /&gt;ketika bertemu dengan Rabbnya.Dan bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di&lt;br /&gt;sisi Allah daripada wanginya minyak kesturi (misik). (HR. Al Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka selayaknya bagi setiap mukmin untuk mempergunakan kesempatan emas yang&lt;br /&gt;telah diberikan oleh Allah berupa nikmat berjumpa dengan Bulan Ramadhan. Mereka&lt;br /&gt;hendaknya berlomba-lomba melaku-kan berbagai bentuk ketaatan serta menjauhi&lt;br /&gt;segala bentuk keburukan dan kejahatan. Senantiasa bersungguh-sungguh dalam&lt;br /&gt;menjalankan apa saja yang telah diwajibkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala ,&lt;br /&gt;terutama shalat &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; waktu, zakat dan puasa Ramadhan yang menjadi pokok&lt;br /&gt;pembicaraan kita kali ini serta kewajiban-kewajiban lain yang tidak dapat&lt;br /&gt;disebutkan di halaman yang sangat terbatas ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu permasalahan penting yang harus selalu diingat oleh setiap muslim yang&lt;br /&gt;berpuasa adalah bahwa hendakanya ia berpuasa bukan hanya sekedar menahan makan,&lt;br /&gt;minum dan pembatal-pembatal lainnya. Namun hendaknya juga berpuasa dari segala&lt;br /&gt;bentuk ucapan dan perbuatan yang diharamkan Allah. Karena tujuan puasa adalah&lt;br /&gt;agar seorang muslim selalu tunduk dan taat kepada Allah, menjaga&lt;br /&gt;larangan-laranganNya, meme-rangi hawa nafsu dalam rangka menaati Rabbnya serta&lt;br /&gt;membiasakan untuk bersikap sabar, yakni menahan diri dari hal-hal yang&lt;br /&gt;diharamkan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkenaan dengan masalah ini, Rasulullah telah menyatakan bahwa, "Puasa adalah&lt;br /&gt;perisai, maka apabila salah seorang di antara kalian berpuasa janganlah berkata&lt;br /&gt;jorok dan jangan bicara yang tak berguna. Jika ada orang lain mencacinya atau&lt;br /&gt;mengajak berke-lahi maka hendaklah ia berkata, "Aku sedang berpuasa." (Muttafaq&lt;br /&gt;alaih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan juga sabda beliau yang lain, "Barang siapa tidak meninggalkan perkataan&lt;br /&gt;sia-sia (palsu), perbuatan tak berguna dan kebodohan, maka Allah tidak butuh&lt;br /&gt;terhadap puasanya (yang berupa) meninggalkan makan dan minum." (HR. Al-Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa Permasalahan yang Perlu Diperhatikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Setiap muslim hendaknya melakukan puasa Ramadhan&lt;br /&gt;karena iman dan ihtishab (mengharap pahala), bukan karena riya', sum'ah,&lt;br /&gt;ikut-ikutan kebanyakan orang, malu terhadap keluarga atau tetangga jika tidak&lt;br /&gt;berpuasa. Berpuasa karena iman artinya berdasarkan keyakinan bahwa Allah telah&lt;br /&gt;mewajibkan puasa terha-dapnya, dan ihtisab karena untuk mencari pahala yang&lt;br /&gt;telah disediakan Allah bagi orang berpuasa. Demikan pula shalat malam pada bulan&lt;br /&gt;itu harus karena iman dan ihtisab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; sebagian orang ketika berpuasa lalu terluka,&lt;br /&gt;mimisan, muntah, atau tenggorokannya kemasukan air tanpa disengaja ia langsung&lt;br /&gt;membatal-kan puasanya. Padahal sebenarnya hal-hal tersebut tidaklah membatalkan&lt;br /&gt;puasa karena tidak adanya unsur kesengajaan. Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam&lt;br /&gt;telah bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barang siapa yang tidak sengaja muntah, maka tidak perlu untuk mengqada'&lt;br /&gt;(puasanya tidak batal), dan barang siapa segaja muntah maka wajib baginya&lt;br /&gt;mengqadla".(HR. Al-Khomsah (lima Imam), Imam Ahmad mengatakan ada cacat,&lt;br /&gt;Ad-Daruquthni menguatkannya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula yang terjadi pada sebagian wanita yang sedang haid atau nifas,&lt;br /&gt;apabila mendapati dirinya telah selesai (suci)sebelum fajar (pada bulan puasa)&lt;br /&gt;maka dia harus berniat untuk puasa sebelum fajar (Shubuh). Dan tidak mengapa&lt;br /&gt;kalau mau meng-akhirkan mandi setelah terbit fajar, namun tidak boleh&lt;br /&gt;mengakhir-kannya setelah terbit matahari. Demikian pula bagi yang junub juga&lt;br /&gt;berlaku demikian, dan bagi laki-laki harus segera mandi supaya dapat menjalankan&lt;br /&gt;shalat Shubuh dengan berjamaah di masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Pemeriksaan darah untuk keperluan laboratorium serta&lt;br /&gt;suntik dengan jarum tidak membatalkan puasa. Kecuali yang bertujuan untuk&lt;br /&gt;men-suplai zat-zat makanan seperti infus, maka puasanya batal. Namun sebaiknya&lt;br /&gt;suntik/periksa darah tidak dilakukan di siang hari Bulan Rama-dhan karena yang&lt;br /&gt;demikian lebih terjaga dan membuat tenang. Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam&lt;br /&gt;telah bersabda, "Tinggalkan apa-apa yang membuat kalian ragu, kepada apa yang&lt;br /&gt;tidak meragukan' (HR. At-Tirmidzi dan An-Nasai).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sabda Shallallaahu alaihi wa Sallam yang lain, "Barang siapa yang menjauhi&lt;br /&gt;perkara-perkara syubhat, maka berarti telah menjaga agama dan kehormatannya."&lt;br /&gt;(Muttafaq 'alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Sangat disayangkan, sebagian kaum muslimin ada yang&lt;br /&gt;tidak tuma'ninah dalam shalatnya, baik sha-lat fardhu maupun sunnah, terutama&lt;br /&gt;shalat tarawih. Padahal tuma'ninah (khusyu' dan tenang) adalah rukun shalat yang&lt;br /&gt;juga menentukan shah tidaknya shalat. Ukuran tuma'ninah ini adalah apabila&lt;br /&gt;sendi-sendi telah kembali pada tempatnya (sehabis melakukan gerakan, seperti&lt;br /&gt;rukuk, sujud dan sebagainya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Sebagian kaum muslimin ada yang memiliki persangkaan,&lt;br /&gt;bahwa shalat tarawih itu tidak boleh kurang dari dua puluh raka'at (atau 23&lt;br /&gt;dengan witirnya). Sebagian lagi mengira bahwa tarawih tidak boleh melebihi&lt;br /&gt;sebelas atau tiga belas rakaat. Kedua-duanya adalah persangkaan yang keliru,&lt;br /&gt;karena menyelisihi dalil-dalil yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil-dalil yang shahih menunjuk-kan bahwa shalat malam pada Bulan Ramadhan atau&lt;br /&gt;selainnya adalah tidak terbatas pada bilangan tertentu. Diriwayatkan bahwa Nabi&lt;br /&gt;Shallallaahu alaihi wa Sallam pernah shalat sebelas raka'at, tiga belas rakaat&lt;br /&gt;atau kurang dari itu, baik di kala Ramadhan atau di luarnya. Dan ketika beliau&lt;br /&gt;ditanya tentang shalat malam beliau menyatakan, "Dua raka'at-dua raka'at, dan&lt;br /&gt;jika kalian khawatir masuk Shubuh maka shalatlah satu rakaat untuk witir dari&lt;br /&gt;shalat yang telah dilakukan." (HR. Muttafaq 'alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam tidak membatasi pada jumlah rakaat tertentu,&lt;br /&gt;maka para sahabat di masa khalifah Umar, ada yang shalat dua puluh tiga rakaat&lt;br /&gt;dan ada pula yang shalat sebelas rakaat. Kesemuanya adalah benar (Imam Ma-lik,&lt;br /&gt;Al-Muwa-tha 1/138). Dan sebagian salaf ada yang shalat tiga puluh enam rakaat&lt;br /&gt;tambah witir tiga rakaat, ada pula yang shalat empat puluh satu rakaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menyatakan bahwa masalah shalat malam adalah&lt;br /&gt;masalah yang luas. Beliau menambahkan bahwa bagi yang memperpanjang bacaan,&lt;br /&gt;ruku' dan sujud, hendaknya menyedikitkan jumlah rakaat. Dan bagi yang&lt;br /&gt;memendekkan bacaan, ruku' dan sujud, hendaknya memperbanyak bilangan rakaatnya,&lt;br /&gt;demikian penjelasan beliau rahimahullah.&lt;br /&gt;Namun kalau kita memperhatikan dalil-dalil yang ada, maka akan didapati bahwa&lt;br /&gt;yang lebih utama adalah sebelas rakaat baik di kala Ramadhan atau di luar&lt;br /&gt;Ramadhan. Karena sesuai dengan praktek yang paling biasa dilakukan Nabi&lt;br /&gt;Shallallaahu alaihi wa Sallam, di samping tidak terlalu membebani jamaah serta&lt;br /&gt;lebih mendekati kekhusyu'an dan tuma'ninah. Dan bagi yang ingin menambah dari&lt;br /&gt;yang sebelas rakaat itu, maka tidak ada masalah dan baik juga. sebagaima-na yang&lt;br /&gt;telah dijelaskan sebelumnya. Yang penting adalah dalam qiyam Ramadhan atau&lt;br /&gt;tarawih hendaknya dilakukan dengan berjama'ah sampai selesai shalat bersama&lt;br /&gt;imam, agar terhitung sebagai shalat satu malam.&lt;br /&gt;* Dianjurkan kepada seluruh kaum muslimin untuk&lt;br /&gt;berlomba-lomba dan bersegera dalam melakukan amal kebajikan sepanjang Bulan&lt;br /&gt;Ramadhan ini.&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam memberikan kabar gembira kepada kita&lt;br /&gt;bahwa barang siapa yang melakukan suatu kebaikan (yang bukan wajib) pada Bulan&lt;br /&gt;Ramadhan, maka seakan-akan ia telah melakukan ibadah wajib pada bulan yang lain.&lt;br /&gt;Dan barang siapa yang melakukan satu kewajiban pada bulan tersebut, maka ia&lt;br /&gt;seperti melakukan tujuh puluh kewajiban pada bulan lainnya. Sedangkan umrah di&lt;br /&gt;Bulan Ramadhan pahalanya menyamai ibadah haji, bahkan ibadah haji bersama Nabi&lt;br /&gt;Shallallaahu alaihi wa Sallam .&lt;br /&gt;Semoga Allah memberikan taufiq kepada kita dan seluruh kaum musli-min untuk&lt;br /&gt;dapat melakukan amal kebai-kan sebanyak mungkin, dalam upaya menggapai ridhaNya.&lt;br /&gt;Dan semoga apa saja yang akan kita usahakan, baik berupa puasa, qiyamul lail,&lt;br /&gt;infak, shadaqah dan selainnya diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Buletin "Fadhlu Shiyam Ramadhan wa Qiyamihi" Syaikh Abdul Aziz bin&lt;br /&gt;Abdullah bin Baaz .&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8794657356997735159-3653037193063584605?l=al-rantisi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8794657356997735159/posts/default/3653037193063584605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8794657356997735159/posts/default/3653037193063584605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-rantisi.blogspot.com/2008/08/sering-sekali-kita-mendengarkan-dan.html' title='ramadhan telah tiba'/><author><name>itok toni Al-Rantisi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11325544189110677300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8794657356997735159.post-8493441554401534644</id><published>2008-08-07T19:11:00.002+07:00</published><updated>2008-08-07T19:14:48.655+07:00</updated><title type='text'>kepompong ramadhan</title><content type='html'>&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Mari kita perbaiki segala kekurangan dan kelalaian akhlak kita sebagai tamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah, karena tidak mustahil Ramadhan tahun ini merupakan Ramadhan terakhir yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dijalani hidup kita. Maka, jangan sampai disia-siakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Ahlan Wasahlan Yaa Ramadhan!* Selamat datang wahai penghulu segala bulan. Bulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;penuh barakah yang disucikan Allah. Di bulan ini, Allah SWT menjanjikan akan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menjamu semua hamba yang beriman. Sedemikian dahsyatnya jamuan Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sampai-sampai siapa pun yang melewati Ramadhan ini dengan sebaik-sebaiknya, maka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah akan menjamin keselamatannya dunia akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya anak kecil yang sangat gembira jika mendapat hadiah, maka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;demikian juga dengan kita. Pada bulan Ramadhan ini sungguh banyak "hadiah" yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;telah Allah siapkan untuk kita, jika kita mampu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;meningkatkan mutu ibadah di&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bulan ini. Maka, alangkah bijaknya jika kita memanfaatkan bulan suci ini sebagai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sarana peningkatan amal ibadah kita kepada Allah. Kita jadikan bulan ini sebagai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sarana meraih derajat ketakwaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan mulia ini, kita dianggap sebagai tamu Allah. Dan sebagai tuan rumah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah sangat mengetahui bagaimana cara memperlakukan tamu-Nya dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun demikian, Allah hanya akan memperlakukan kita dengan baik jika kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tahu adab dan berakhlak sebagai tamu-Nya. Salah satunya dengan menjaga shaum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita sesempurna mungkin. Tidak hanya sekedar menahan lapar dan dahaga belaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tetapi juga menjaga seluruh anggota tubuh serta .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita perbaiki segala kekurangan dan kelalaian akhlak kita sebagai tamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah, karena tidak mustahil Ramadhan tahun ini merupakan Ramadhan terakhir yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dijalani hidup kita. Jangan sampai disia-siakan. Bulan Ramadhan adalah bulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pelatihan, bulan *training&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;center* yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;membuat akhlak dan pribadi kita menjadi lebih indah. Ibarat sebuah kepompong,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bulan Ramadhan ini harus menjadi sarana bagi kita untuk meningkatkan kualitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diri. Kita lihat kepompong, bermula dari ulat yang menjijikan, kemudian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berproses dan akhirnya keluarlah kupu-kupu indah yang beterbangan kian kemari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menambah indahnya sebuah taman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan merupakan sebuah kesempatan yang telah Allah berikan bagi kita untuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memperbaiki sikap dan perilaku kita. Jadi, gunakanlah Ramadhan kali ini secara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;efektif guna meningkatkan kualitas ibadah. Sebab kita tidak tahu kapan jatah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita akan berakhir. Waktu terus berlalu dan jatah dari hari ke hari semakin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berkurang. Jangan sampai kita menjadi orang yang bodoh dengan menyia-nyiakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat berharga di bulan mulia ini dengan melalaikan ibadah. Pantang bagi kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menyia-nyiakan perpindahan detik demi detik di bulan mulia ini tanpa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;amalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apapun. Ramadhan ini sungguh sangat berharga bagi kita sehingga kita harus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memperhitungkan agar setiap ucapan, pikiran, dan perilaku kita menjadi amal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita isi Ramadhan ini dengan amal ibadah. Segala aktivitas kita bisa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;benilai ibadah jika didasari niat yang benar dan caranya juga benar. Gunakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bulan Ramadhan ini sebagai sarana peningkatan kualitas keilmuan kita. Salah satu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;caranya, kita dapat membuat skala prioritas. Pertama, manajemen, waktu kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;harus terkendali dengan baik sehingga semua kativitas kita dapat tererncana dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidak mubadzir. Kedua, kita harus meningkatkan kualitas dan kuantitas amal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ibadah. Misalnya saja shalat. Sebetulnya shalat khusyuk itu tidak susah, sebab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang susah adalah membulatkan tekad untuk khusyuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sepuluh hari terakhir, kita upayakan untuk merenung dan menjerit kepada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah memohon ampunan dengan melakukan itikaf. Demikian juga dengan sedekah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menjamin akan melipatgandakan pahala dan rezeki bagi kita jika kita ikhlas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam bersedekah. Tidak akan ada seorang pun yang menjadi miskin karena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menikmati hidup ini dengan bersedekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja kemampuan ekonomi di antara kita berbeda-beda. Namun harus dipahami,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bahwa sedekah itu tidak diukur dari besar kecilnya, tapi optimalisasi yang kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lakukan. Yang paling penting kita harus meningkatkan kemampuan kita bersedekah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan apapun yang ada pada diri kita. Mulailah dari yang paling murah dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;meriah, yaitu senyum. Saya kira ini gratis. Mengapa kita tidak membahagiakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;orang lain dengan senyuman yang tulus?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah Yang Maha Menyaksikan senantiasa melimpahkan hidayah-Nya sehingga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah 'kepompong' Ramadhan ini kita masuki, kita kembali pada ke-fitri-an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagaikan bayi yang baru lahir. Sebagaimana seekor ulat bulu yang keluar menjadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seekor kupu-kupu yang teramat indah dan mempesona. Amin. *Wallahu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a'lam*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( KH Abdullah Gymnastiar )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8794657356997735159-8493441554401534644?l=al-rantisi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8794657356997735159/posts/default/8493441554401534644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8794657356997735159/posts/default/8493441554401534644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-rantisi.blogspot.com/2008/08/kepompong-ramadhan.html' title='kepompong ramadhan'/><author><name>itok toni Al-Rantisi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11325544189110677300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8794657356997735159.post-6580423659629266591</id><published>2008-08-07T00:50:00.000+07:00</published><updated>2008-08-07T00:52:40.520+07:00</updated><title type='text'>suami pemimpin bagi keluarga</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Awal mula kehidupan seseorang berumah tangga dimulai dengan ijab-kabul. Saat itulah yang halal bisa jadi haram, atau sebaliknya yang haram bisa jadi halal. Demikianlah ALLOH telah menetapkan bahwa ijab-kabul walau hanya beberapa patah kata dan hanya beberapa saat saja, tapi ternyata bisa menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu terdapat mempelai pria, mempelai wanita, wali, dan saksi, lalu ijab-kabul dilakukan, sahlah keduanya sebagai suami-istri. Status keduanya pun berubah, asalnya kenalan biasa tiba-tiba jadi suami, asalnya tetangga rumah tiba-tiba jadi istri. Orang tua pun yang tadinya sepasang, saat itu tambah lagi sepasang. Karenanya, andaikata seseorang berumah tangga dan dia tidak siap serta tidak mengerti bagaimana memposisikan diri, maka rumah tangganya hanya akan menjadi awal berdatangannya aneka masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seorang suami tidak sadar bahwa dirinya sudah beristri, lalu bersikap seperti seorang yang belum beristri, akan jadi masalah. Dia juga punya mertua, itupun harus menjadi bagian yang harus disadari oleh seorang suami. Setahun, dua tahun kalau ALLOH mengijinkan akan punya anak, yang berarti bertambah lagi status sebagai bapak. Ke mertua jadi anak, ke istri jadi suami, ke anak jadi bapak. Bayangkan begitu banyak status yang disandang yang kalau tidak tahu ilmunya justru status ini akan membawa mudharat. Karenanya menikah itu tidak semudah yang diduga, pernikahan yang tanpa ilmu berarti segera bersiaplah untuk mengarungi aneka derita. Kenapa ada orang yang stress dalam rumah tangganya? Hal ini terjadi karena ilmunya tidak memadai dengan masalah yang dihadapinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga bagi wanita yang menikah, ia akan jadi seorang istri. Tentusaja tidak bisa sembarangan kalau sudah menjadi istri, karena memang sudah ada ikatan tersendiri. Status juga bertambah, jadi anak dari mertua, ketika punya anak jadi ibu. Demikianlah, ALLOH telah menyetingnya sedemikian rupa, sehingga suami dan istri, keduanya mempunyai peran yang berbeda-beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa menuntut emansipasi, karena memang tidak perlu ada emansipasi, yang diperlukan adalah saling melengkapi. Seperti halnya sebuah bangunan yang menjulang tinggi, ternyata dapat berdiri kokoh karena adanya prinsip saling melengkapi. Ada semen, bata, pasir, beton, kayu, dan bahan-bahan bangunan lainnya lalu bergabung dengan tepat sesuai posisi dan proporsinya sehingga kokohlah bangunan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah rumah tangga juga demikian, jika suami tidak tahu posisi, tidak tahu hak dan kewajiban, begitu juga istri tidak tahu posisi, anak tidak tahu posisi, mertua tidak tahu posisi, maka akan seperti bangunan yang tidak diatur komposisi bahan-bahan pembangunnya, ia akan segera ambruk tidak karu-karuan. Begitu juga jika mertua tidak pandai-pandai jaga diri, misal dengan mengintervensi langsung pada manajemen rumah tangga anak, maka sang mertua sebenarnya tengah mengaduk-aduk rumah tangga anaknya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang suami juga harus sadar bahwa ia pemimpin dalam rumah tangga. ALLOH SWT berfirman, "Laki-laki adalah pemimpin kaum wanita, karena ALLOH telah melebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lainnya dan karena mereka telah membelanjakan sebagian harta mereka…" (Q.S. An-Nissa [4]: 34).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan seorang pemimpin hanya akan jadi pemimpin jika ada yang dipimpin. Artinya, jangan merasa lebih dari yang dipimpin. Seperti halnya presiden tidak usah sombong kepada rakyatnya, karena kalau tidak ada rakyat lalu mengaku jadi presiden, bisa dianggap orang gila. Makanya, presiden jangan merendahkan rakyat, karena dengan adanya rakyat dia jadi presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama halnya dengan kasus orang yang menghina tukang jahit, padahal bajunya sendiri dijahit, "Hmm, tukang jahit itu pegawai rendahan". Coba kalau bajunya tidak dijahitkan oleh tukang jahit, tentu dia akan kerepotan menutup auratnya. Dia dihormati karena bajunya diselesaikan tukang jahit. Lain lagi dengan yang menghina tukang sepatu, "Ah, dia mah cuma tukang sepatu". Sambil dia kemana-mana bergaya memakai sepatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak layak seorang pemimpin merasa lebih dari yang dipimpin, karena status pemimpin itu ada jikalau ada yang dipimpin. Misalkan, istrinya bergelar master lulusan luar negeri sedangkan suaminya lulusan SMU, dalam hal kepemimpinan rumah tangga tetap tidak bisa jadi berbalik dengan istri menjadi pemimpin keluarga. Dalam kasus lain, misalkan, di kantornya istri jadi atasan, suami kebetulan stafnya, saat di rumah beda urusannya. Seorang suami tetaplah pemimpin bagi istri dan anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, bagi para suami jangan sampai kehilangan kewajiban sebagai suami. Suami adalah tulang punggung keluarga, seumpama pilot bagi pesawat terbang, nakhoda bagi kapal laut, masinis bagi kereta api, sopir bagi angkutan kota, atau sais bagi sebuah delman. Demikianlah suami adalah seorang pemimpin bagi keluarganya. Sebagai seorang pemimpin harus berpikir bagaimana nih mengatur bahtera rumah tangga ini mampu berkelok-kelok dalam mengarungi badai gelombang agar bisa mendarat bersama semua awak kapal lain untuk menepi di pantai harapan, suatu tempat di akhirat nanti, yaitu surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya seorang suami harus tahu ilmu bagaimana mengarungi badai, ombak, relung, dan pusaran air, supaya selamat tiba di pantai harapan. Tidak ada salahnya ketika akan menikah kita merenung sejenak, "Saya ini sudah punya kemampuan atau belum untuk menyelamatkan anak dan istri dalam mengarungi bahtera kehidupan sehingga bisa kembali ke pantai pulang nanti?!". Karena menikah bukan hanya masalah mampu cari uang, walau ini juga penting, tapi bukan salah satu yang terpenting. Suami bekerja keras membanting tulang memeras keringat, tapi ternyata tidak shalat, sungguh sangat merugi. Ingatlah karena kalau sekedar cari uang, harap tahu saja bahwa garong juga tujuannya cuma cari uang, lalu apa bedanya dengan garong?! Hanya beda cara saja, tapi kalau cita-citanya sama, apa bedanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat kita cari nafkah itu termasuk dalam proses mengendalikan bahtera. Tiada lain supaya makanan yang jadi keringat statusnya halal, supaya baju yang dipakai statusnya halal, atau agar kalau beli buku juga dari rijki yang statusnya halal. Hati-hatilah, walaupun di kantong terlihat banyak uang, tetap harus pintar-pintar mengendalikan penggunaannya, jangan sampai asal main comot. Seperti halnya ketika mancing ikan di tengah lautan, walaupun nampak banyak ikan, tetap harus hati-hati, siapa tahu yang nyangkut dipancing ikan hiu yang justru bisa mengunyah kita, atau nampak manis gemulai tapi ternyata ikan duyung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ijab kabul, seorang suami harusnya bertekad, "Saya harus mampu memimpin rumah tangga ini mengarungi episode hidup yang sebentar di dunia agar seluruh anggota awak kapal dan penumpang bisa selamat sampai tujuan akhir, yaitu surga". Bahkan jikalau dalam kapal ikut penumpang lain, misalkan ada pembantu, ponakan, atau yang lainnya, maka sebagai pemimpin tugasnya sama juga, yaitu harus membawa mereka ke tujuan akhir yang sama, yaitu surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALLOH Azza wa Jalla mengingatkan kita dalam sabdanya, "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu…" (Q.S. At Tahriim [66]:6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada pembantu jangan hanya mampu nyuruh kerja saja, karena kalau saja dulu lahirnya ALLOH tukarkan, majikan lahir dari orang tua pembantu, dan pembantu lahir dari orang tua majikan, maka si majikan yang justru sekarang lagi ngepel. Pembantu adalah titipan ALLOH, kita harus mendidiknya dengan baik, kita sejahterakan lahir batinnya, kita tambah ilmunya, mudah-mudahan orang tuanya bantu-bantu di kita, anaknya bisa lebih tinggi pendidikannya, dan yang terpenting lagi lebih tinggi akhlaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah pemimpin ideal, yaitu pemimpin yang bersungguh-sungguh mau memajukan setiap orang yang dipimpinnya. Siapapun orangnya didorong agar menjadi lebih maju. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bundel by  UGLY --- Jan '02&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8794657356997735159-6580423659629266591?l=al-rantisi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8794657356997735159/posts/default/6580423659629266591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8794657356997735159/posts/default/6580423659629266591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-rantisi.blogspot.com/2008/08/suami-pemimpin-bagi-keluarga.html' title='suami pemimpin bagi keluarga'/><author><name>itok toni Al-Rantisi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11325544189110677300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8794657356997735159.post-171680390170115390</id><published>2008-08-07T00:47:00.000+07:00</published><updated>2008-08-07T00:49:25.562+07:00</updated><title type='text'>kekuatan Ruhiyah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ternyata kekuatan adalah hal mutlak yang harus dimiliki oleh siapapun yang ingin memperoleh kemenangan. Terbukti jikalau badan lemah, ekonomi lemah, otak lemah, kepandaian lemah, kita tidak dapat berperan sebagai makhluk unggul yang membawa manfaat banyak, bahkan justru sebaliknya kita menjadi tertindas, baik oleh hawa nafsu, oleh syetan terkutuk, atau juga oleh makhluk-makhluk yang tidak menyukai kebenaran. Karenanya sudah menjadi suatu keharusan bagi siapapun untuk terus-menerus menggalang aneka potensi kekuatan yang ada pada dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja harus kita sadari pula bahwa kekuatan itu tidak cukup hanya kekuatan lahir saja. Karena bagi siapapun yang berusaha membangun kekuatan ekonomi dengan meyakini bahwa hanya dengan kekuatan ekonomi itulah yang akan membuat dirinya menang, kuat, tanpa dibarengi kekuatan lain, maka akan hancurlah dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah terlalu banyak contohnya, tengok saja ketika zaman masih ada Uni Soviet, pastilah saat itu di negara ini tidak kurang para profesornya, ada ahli ekonomi, ada ahli keuangan, ada ahli perencanaan pembangunan, ada juga ahli militer, dan ahli di berbagai bidang lainnya, tapi ternyata Uni Soviet yang nampak begitu kokohnya bisa rontok seketika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga kalau kita menganggap bahwa hanya kekuatan senjata sebagai satu-satunya kekuatan yang akan memenangkan pertempuran, kita saksikan lagi bagaimana Rusia dengan peralatan dan perlengkapan tempurnya yang begitu lengkap, begitu banyak personilnya, begitu kuat dukungan logistiknya, ternyata dipermalukan di Afghanistan. Bahkan gempuran berikutnya ke Chechnya, sebuah negeri yang begitu kecil mungil, ternyata Chechnya sampai saat ini masih bisa bertahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, adakah kekuatan lain yang mampu memenangkan setiap pertempuran? Ada! Kekuatan itu tiada lain kekuatan dari dalam diri kita sendiri, yang kadang begitu saja kita melupakannya. Padahal kalau kita mampu membangunnya dengan sungguh-sungguh, ia akan menjadi sebuah kekuatan yang teramat dahsyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah kekuatan tanpa biaya, tanpa memerlukan pertolongan orang lain, tapi bila saja dibina dan dioptimalkan, maka ia adalah modal yang luar biasa dahsyat dalam mengarungi kehidupan ini. Kekuatan apakah itu?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikisahkan pada abad ke-7 Hijriah, di saat kekuatan kekhalifahan Islam mulai meredup, terjadi pertempuran yang sangat dahsyat dan monumental yaitu ketika bangsa Tartar dibawah pimpinan Jengis Khan, menyerbu negeri-negeri Islam bagai air bah, bergelombang bagai badai yang garang, menyapu dari segala penjuru, dan kemudian meluluhlantakan semua negeri-negeri yang dilaluinya. Bahkan diceritakan sungai Dajlah di tengah kota Baghdad yang begitu bening menjadi hitam kelam airnya oleh tinta dari ratusan buku perpustakaan yang dibuang ke sungai itu oleh tentara Tartar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita kenang masa ini sebagai masa kekhalifahan Islam yang paling kelam, saat dimana sebagian besar negeri Islam dibasmi dan dilindas habis oleh bangsa Tartar ini. Barisan bala tentaranya seakan-akan tidak pernah terbendung dan terkalahkan. Pedang-pedang sepertinya menjadi tumpul tiada berdaya menyentuh tubuh mereka. Sampai-sampai munculah mitos, "Tartar takkan pernah terkalahkan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berselang beberapa tahun setelah kejatuhan petama kalinya negeri-negeri Islam ini. Tersebutlah suatu kisah dimana ada seorang syeikh bernama Syeikh Jamaludin dari Bukhara. Beliau adalah seorang yang bersih, mursyid yang tulus, walaupun secara lahiriah fisiknya sudah berkurang kemampuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu waktu ia berjalan-jalan bersama sahabat-sahabat dan santri-santrinya, hingga tanpa disadari mereka telah memasuki wilayah kekuasan bangsa Tartar, yang waktu itu dipimpin oleh seorang taklak (gubernur), yaitu Taklak Timur Khan (Timur Lenk), seorang cucu Jengis Khan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu masuk wilayah bangsa Tartar ini yang kebetulan beliau memasuki wilayah berburu Sang Taklak, maka serta merta ditangkaplah mereka, dan langsung dibawa menghadap Sang Taklak yang cucu Jengis Khan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertanyalah Sang Taklak, "Engkau siapa dan darimana …?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya dari Bukhara dan seorang Parsi"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar jawaban ini Sang Taklak serta merta tertawa terkekeh-kekeh seraya berkata meremehkan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oo, orang-orang Parsi ini lebih rendah dan lebih hina dari seekor anjing" ujarnya dengan pandangan mengejek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, benar! Andaikata kami tidak diberi cahaya kemuliaan dengan agama yang benar, niscaya kami lebih hina daripada seekor anjing" Jawab Syeikh Jamaludin mantap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah jawaban yang disertai nur kekuatan keyakinan, rupanya selalu membuat terngiang-ngiang di telinga Sang Taklak. ‘Ya, Kami jauh lebih hina daripada seekor anjing, andaikata tidak dimuliakan dengan agama yang benar’ Sang Taklak merenung memikirkan kata-kata ini, "Ada apa dibalik kata-kata yang ringkas ini?!" Pikirnya. Begitu menggelitiknya jawaban Syeikh Jamaludin ini sehingga suatu saat dipanggillah ia kembali oleh Sang Taklak ke istana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang kau maksudkan dengan kata-kata yang dulu pernah engkau ucapkan itu?" Bertanyalah Sang Kaisar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ijin ALLOH Syeikh Jamaludin ini menjelaskan dengan begitu bersemangatnya tentang keindahan Islam. Penjelasan yang merupakan buah dari perasaan dan kecintaannya kepada Islam. Uraiannya disertai pula dengan raut muka, perilaku, yang sebanding dengan keindahan yang disampaikannya. Dijelaskan pula, betapa kekufuran telah membawa martabat manusia merosot lebih hina daripada seekor anjing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar uraian ini, tergetarlah hati Sang Taklak hingga akhirnya terbukalah pintu hatinya untuk menerima Islam, hanya saja pada saat itu masih ada satu hal yang mengganjalnya, "Aku belum menjadi kaisar, saat ini masih orang tuaku yang menjadi penguasa, aku berjanji seandainya aku nanti jadi penguasa, aku akan masuk Islam." Janji Sang Taklak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktupun berselang. Suatu saat menjelang Syeikh Jamaludin wafat, diberitahukanlah perihal janji kaisar ini kepada anaknya yang bernama Ryasidudin, "Wahai anakku, Taklak Timur Khan akan menjadi kaisar, andaikata dia sudah resmi jadi kaisar, datangilah dan sampaikan salam dariku serta ingatkan kepadanya akan janji yang dulu pernah diucapkannya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika benar Syeikh Jamaludin wafat, puteranya sengaja datang ke perkemahan Sang Taklak Timur Khan untuk melaksanakan wasiat orang tuanya, namun karena ia dianggap orang asing yang tidak dikenal sampai disana ia ditolak tidak boleh masuk. Seraya memohon pertolongan ALLOH, ia memutar otaknya, sehingga munculah idenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat malam melepas gulitanya, dan fajar shubuh mulai menyingsing, segera saja ia mengumandangkan azan dengan begitu kerasnya sampai-sampai Sang Taklak Timur Khan yang berada di dalam kompleks perkemahan tentaranya terbangun seraya bertanya-tanya, "Siapa itu yang berteriak-teriak di malam buta seperti ini? Siapa dia berani kurang ajar mengganggu tidurku?" Begitu marahnya Sang Kaisar ini. Putera Syeikh pun ditangkap sehingga kemudian dibawa menghadap pada sang kaisar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu bertemu muka dengan sang kaisar, putera Syeikh Jamaludin ini langsung memperkenalkan diri, "Saya putra Syeikh Jamaludin menyampaikan salam dari beliau". Ketika mendengar nama ‘Syekh Jamaludin’--yang beberapa tahun lalu akrab ditelinganya--disebut, Sang Kaisar tiba-tiba seperti api disiram air, reda marahnya dan luluh hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya hanya akan mengingatkan janji yang pernah tuan ucapkan dengan beliau" Lanjut putera Syeikh Jamaludin ini. Teringatlah sang kaisar akan janjinya, sehingga pada saat itu juga Kaisar Timur Khan mengucap dua kalimah syahadat sebagai tanda bahwa ia benar-benar masuk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala itulah bangsa Tartar benar-benar berubah dari yang tadinya berwajah bengis, kejam, dan melindas habis menjadi bangsa yang berakhlak mulia. Pada saat itulah seluruh penduduk kerajaannya menerima cahaya kemuliaan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh luar biasa, dari yang tadinya meluluhlantakan Islam dengan kekuatan senjata, akhirnya menjadi luluh lantak hatinya hanya oleh perkataan. Ratusan ribu orang menentangnya dengan kekuatan senjata, tidak ada yang mampu mengalahkan, tapi hanya dengan beberapa patah kata yang menghunjam ke hati telah membuat negeri yang tidak pernah terkalahkan malah masuk dalam semburat cahaya Islam, bahkan menjadi benteng Islam yang begitu kokohnya saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekasnya pun nampak sampai sekarang, seperti di Rusia, Kaukasus, Asia Tengah dan sekitarnya ternyata adalah buah dari bangsa yang tadinya menghancurkan Islam secara fisik karena kekuatannya memang tidak tertahankan, namun akhirnya menjadi benteng Islam. Mengapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata karena ada satu kekuatan lain yang mampu mengalahkannya, yaitu kekuatan ruhiah. Syeikh Jamaludin adalah seorang ulama yang begitu tinggi cahaya ruhiahnya. Kata-katanya, sorot matanya, cara berjalannya, sikapnya, dan semua dalam dirinya ternyata memancarkan energi yang betul-betul membuat orang yang mendengar terbuka hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu patah kata atau dua patah kata dari orang yang sudah tercahayai hatinya, maka kata-kata itu bagai gelombang-gelombang yang bisa menyentuh, bagai magnet yang bisa menyedot, begitu hebat kekuatannya, sehingga daya ubahnya pun sungguh luar biasa dahsyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah kisah bagaimana seorang mursyid yang bersih, jujur, dan tulus, walau tanpa kekuatan fisik yang berimbang, tapi karena kekuatan ruhiahnya begitu dahsyat, ternyata mampu membolak-balikan hati, mengislamkan yang belum Islam, meluruskan yang tersesat, dan menjadi jalan bertaubat bagi orang yang berlumur dosa. Allahuakbar. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bundel by  UGLY --- Jan '02&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8794657356997735159-171680390170115390?l=al-rantisi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8794657356997735159/posts/default/171680390170115390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8794657356997735159/posts/default/171680390170115390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-rantisi.blogspot.com/2008/08/kekuatan-ruhiyah.html' title='kekuatan Ruhiyah'/><author><name>itok toni Al-Rantisi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11325544189110677300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8794657356997735159.post-7398089379836031561</id><published>2008-08-07T00:45:00.000+07:00</published><updated>2008-08-07T00:46:06.020+07:00</updated><title type='text'>hakikat cinta</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cinta adalah bagian dari fitrah, orang yang kehilangan cinta dia tidak normal tetapi banyak juga orang yang menderita karena cinta. Bersyukurlah orang-orang yang diberi cinta dan bisa menyikapi rasa cinta dengan tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikam:&lt;br /&gt;"Dijadikan indah pada pandangan manusia, kecintaan kepada apa-apa yang diinginkan yaitu wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup didunia dan disisi Allah tempat kembali yang baik." (Al-Qur`an: Al-Imron ayat 14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cintamu kepada sesuatu menjadikan kamu buta dan tuli (HR. Abu Dawud dan Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta memang sudah ada didalam diri kita, diantaranya terhadap lawan jenis. Tapi kalau tidak hati-hati cinta bisa menulikan dan membutakan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta yang paling tinggi adalah cinta karena Allah cirinya adalah orang yang tidak memaksakan kehendaknya. Tapi ada juga cinta yang menjadi cobaan buat kita yaitu cinta yang lebih cenderung kepada maksiat. Cinta yang semakin bergelora hawa nafsu, makin berkurang rasa malu. Dan, inilah yang paling&lt;br /&gt;berbahaya dari cinta yang tidak terkendali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam tidak melarang atau mengekang manusia dari rasa cinta tapi mengarahkan cinta tetap pada rel yang menjaga martabat kehormatan, baik wanita maupun laki-laki. Kalau kita jatuh cinta harus hati-hati karena seperti minum air laut semakin diminum semakin haus. Cinta yang sejati adalah cinta yang setelah akad nikah, selebihnya adalah cobaan dan fitnah saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara untuk bisa mengendalikan rasa cinta adalah jaga pandangan, jangan berkhalwat berdua-duaan, jangan dekati zina dalam bentuk apapun dan jangan saling bersentuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang tua yang membolehkan anaknya berpacaran, harus siap-siap menanggung resiko. Marilah kita mengalihkan rasa cinta kita kepada Allah dengan memperbanyak sholawat, dzikir, istighfar dan sholat sehingga kita tidak diperdaya oleh nafsu, karena nafsu yang akan memperdayakan kita. Sepertinya cinta padahal nafsu belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bundel by  UGLY --- Jan '02&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8794657356997735159-7398089379836031561?l=al-rantisi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8794657356997735159/posts/default/7398089379836031561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8794657356997735159/posts/default/7398089379836031561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-rantisi.blogspot.com/2008/08/hakikat-cinta.html' title='hakikat cinta'/><author><name>itok toni Al-Rantisi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11325544189110677300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8794657356997735159.post-8410950515314217302</id><published>2008-08-03T10:32:00.003+07:00</published><updated>2008-08-03T11:44:19.079+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tausiah'/><title type='text'>bersandar hanya pada Allah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tiada keberuntungan yang sangat besar dalam hidup ini, kecuali orang yang tidak memiliki sandaran, selain bersandar kepada Allah. Dengan meyakini bahwa memang Allah-lah yang menguasai segala-galanya; mutlak, tidak ada satu celah pun yang luput dari kekuasaan Allah, tidak ada satu noktah sekecil apapun yang luput dari genggaman Allah. Total, sempurna, segala-galanya Allah yang membuat, Allah yang mengurus, Allah yang menguasai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kita, manusia, diberi kebebasan untuk memilih, "Faalhamaha fujuraha wataqwaaha", "Dan sudah diilhamkan di hati manusia untuk memilih mana kebaikan dan mana keburukan". Potensi baik dan potensi buruk telah diberikan, kita tinggal memilih mana yang akan kita kembangkan dalam hidup ini. Oleh karena itu, jangan salahkan siapapun andaikata kita termasuk berkelakuan buruk dan terpuruk, kecuali dirinyalah yang memilih menjadi buruk, naudzubillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan keberuntungan bagi orang-orang yang bersandarnya kepada Allah mengakibatkan dunia ini, atau siapapun, terlampau kecil untuk menjadi sandaran baginya. Sebab, seseorang yang bersandar pada sebuah tiang akan sangat takut tiangnya diambil, karena dia akan terguling, akan terjatuh. Bersandar kepada sebuah kursi, takut kursinya diambil. Begitulah orang-orang yang panik dalam kehidupan ini karena dia bersandar kepada kedudukannya, bersandar kepada hartanya, bersandar kepada penghasilannya, bersandar kepada kekuatan fisiknya, bersandar kepada depositonya, atau sandaran-sandaran yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, semua yang kita sandari sangat mudah bagi Allah (mengatakan ‘sangat mudah’ juga ini terlalu kurang etis), atau akan ‘sangat mudah sekali’ bagi Allah mengambil apa saja yang kita sandari. Namun, andaikata kita hanya bersandar kepada Allah yang menguasai setiap kejadian, "laa khaufun alaihim walahum yahjanun’, kita tidak pernah akan panik, Insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jabatan diambil, tak masalah, karena jaminan dari Allah tidak tergantung jabatan, kedudukan di kantor, di kampus, tapi kedudukan itu malah memperbudak diri kita, bahkan tidak jarang menjerumuskan dan menghinakan kita. kita lihat banyak orang terpuruk hina karena jabatannya. Maka, kalau kita bergantung pada kedudukan atau jabatan, kita akan takut kehilangannya. Akibatnya, kita akan berusaha mati-matian untuk mengamankannya dan terkadang sikap kita jadi jauh dari kearifan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bagi orang yang bersandar kepada Allah dengan ikhlas, ‘ya silahkan ... Buat apa bagi saya jabatan, kalau jabatan itu tidak mendekatkan kepada Allah, tidak membuat saya terhormat dalam pandangan Allah?’ tidak apa-apa jabatan kita kecil dalam pandangan manusia, tapi besar dalam pandangan Allah karena kita dapat mempertanggungjawabkannya. Tidak apa-apa kita tidak mendapatkan pujian, penghormatan dari makhluk, tapi mendapat penghormatan yang besar dari Allah SWT. Percayalah walaupun kita punya gaji 10 juta, tidak sulit bagi Allah sehingga kita punya kebutuhan 12 juta. Kita punya gaji 15 juta, tapi oleh Allah diberi penyakit seharga 16 juta, sudah tekor itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, jangan bersandar kepada gaji atau pula bersandar kepada tabungan. Punya tabungan uang, mudah bagi Allah untuk mengambilnya. Cukup saja dibuat urusan sehingga kita harus mengganti dan lebih besar dari tabungan kita. Demi Allah, tidak ada yang harus kita gantungi selain hanya Allah saja. Punya bapak seorang pejabat, punya kekuasaan, mudah bagi Allah untuk memberikan penyakit yang membuat bapak kita tidak bisa melakukan apapun, sehingga jabatannya harus segera digantikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Punya suami gagah perkasa. Begitu kokohnya, lalu kita merasa aman dengan bersandar kepadanya, apa sulitnya bagi Allah membuat sang suami muntaber, akan sangat sulit berkelahi atau beladiri dalam keadaan muntaber. Atau Allah mengirimkan nyamuk Aides Aigepty betina, lalu menggigitnya sehingga terjangkit demam berdarah, maka lemahlah dirinya. Jangankan untuk membela orang lain, membela dirinya sendiri juga sudah sulit, walaupun ia seorang jago beladiri karate.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otak cerdas, tidak layak membuat kita bergantung pada otak kita. Cukup dengan kepleset menginjak kulit pisang kemudian terjatuh dengan kepala bagian belakang membentur tembok, bisa geger otak, koma, bahkan mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin kita bergantung pada sesuatu, semakin diperbudak. Oleh karena itu, para istri jangan terlalu bergantung pada suami. Karena suami bukanlah pemberi rizki, suami hanya salah satu jalan rizki dari Allah, suami setiap saat bisa tidak berdaya. Suami pergi ke kanotr, maka hendaknya istri menitipkannya kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai Allah, Engkaulah penguasa suami saya. Titip matanya agar terkendali, titip hartanya andai ada jatah rizki yang halal berkah bagi kami, tuntun supaya ia bisa ikhtiar di jalan-Mu, hingga berjumpa dengan keadaan jatah rizkinya yang barokah, tapi kalau tidak ada jatah rizkinya, tolong diadakan ya Allah, karena Engkaulah yang Maha Pembuka dan Penutup rizki, jadikan pekerjaannya menjadi amal shaleh."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insya Allah suami pergei bekerja di back up oleh do’a sang istri, subhanallah. Sebuah keluarga yang sungguh-sungguh menyandarkan dirinya hanya kepada Allah. "Wamayatawakkalalallah fahuwa hasbu", (QS. At Thalaq [65] : 3). Yang hatinya bulat tanpa ada celah, tanpa ada retak, tanpa ada lubang sedikit pun ; Bulat, total, penuh, hatinya hanya kepada Allah, maka bakal dicukupi segala kebutuhannya. Allah Maha Pencemburu pada hambanya yang bergantung kepada makhluk, apalagi bergantung pada benda-benda mati. Mana mungkin? Sedangkan setiap makhluk ada dalam kekuasaan Allah. "Innallaaha ala kulli sai in kadir".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, harus bagi kita untuk terus menerus meminimalkan penggantungan. Karena makin banyak bergantung, siap-siap saja makin banyak kecewa. Sebab yang kita gantungi, "Lahaula wala quwata illa billaah" (tiada daya dan kekuatan yang dimilikinya kecuali atas kehendak Allah). Maka, sudah seharusnya hanya kepada Allah sajalah kita menggantungkan, kita menyandarkan segala sesuatu, dan sekali-kali tidak kepada yang lain, Insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bundel by  UGLY --- Jan '02&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8794657356997735159-8410950515314217302?l=al-rantisi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8794657356997735159/posts/default/8410950515314217302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8794657356997735159/posts/default/8410950515314217302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-rantisi.blogspot.com/2008/08/tiada-keberuntungan-yang-sangat-besar.html' title='bersandar hanya pada Allah'/><author><name>itok toni Al-Rantisi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11325544189110677300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8794657356997735159.post-2237581003719324988</id><published>2008-08-03T10:29:00.002+07:00</published><updated>2008-08-03T10:37:51.290+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tausiah'/><title type='text'>belajar dari wajah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menarik sekali jikalau kita terus menerus belajar tentang fenomena apapun yang terjadi dalam hiruk-pikuk kehidupan ini. Tidak ada salahnya kalau kita buat semacam target. Misalnya : hari ini kita belajar tentang wajah. Wajah? Ya, wajah. Karena masalah wajah bukan hanya masalah bentuknya, tapi yang utama adalah pancaran yang tersemburat dari si pemilik wajah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pagi menyingsing, misalnya, tekadkan dalam diri : "Saya ingin tahu wajah yang paling menenteramkan hati itu seperti apa? Wajah yang paling menggelisahkan itu seperti bagaimana?" karena pastilah hari ini kita akan banyak bertemu dengan wajah orang per orang. Ya, karena setiap orang pastilah punya wajah. Wajah irtri, suami, anak, tetangga, teman sekantor, orang di perjalanan, dan lain sebagainya. Nah, ketika kita berjumpa dengan siapapun hari ini, marilah kita belajar ilmu tentang wajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallaah, pastilah kita akan bertemu dengan beraneka macam bentuk wajah. Dan, tiap wajah ternyata dampaknya berbeda-beda kepada kita. Ada yang menenteramkan, ada yang menyejukkan, ada yang menggelikan, ada yang menggelisahkan, dan ada pula yang menakutkan. Lho, kok menakutkan? Kenapa? Apa yang menakutkan karena bentuk hidungnya? Tentu saja tidak! Sebab ada yang hidungnya mungil tapi menenteramkan. Ada yang sorot matanya tajam menghunjam, tapi menyejukkan. Ada yang kulitnya hitam, tapi penuh wibawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah suatu ketika berjumpa dengan seorang ulama dari Afrika di Masjidil Haram, subhanallaah, walaupun kulitnya tidak putih, tidak kuning, tetapi ketika memandang wajahnya... sejuk sekali! Senyumnya begitu tulus meresap ke relung qolbu yang paling dalam. Sungguh bagai disiram air sejuk menyegarkan di pagi hari. Ada pula seorang ulama yang tubuhnya mungil, dan diberi karunia kelumpuhan sejak kecil. Namanya Syekh Ahmad Yassin, pemimpin spiritual gerakan Intifadah, Palestina. Ia tidak punya daya, duduknya saja di atas kursi roda. Hanya kepalanya saja yang bergerak. Tapi, saat menatap wajahnya, terpancar kesejukan yang luar biasa. Padahal, beliau jauh dari ketampanan wajah sebagaimana yang dianggap rupawan dalam versi manusia. Tapi, ternyata dibalik kelumpuhannya itu beliau memendam ketenteraman batin yang begitu dahsyat, tergambar saat kita memandang sejuknya pancaran rona wajahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, saudaraku, kalau hari ini kita berhasil menemukan struktur wajah seseorang yang menenteramkan, maka caru tahulah kenapa dia sampai memiliki wajah yang menenteramkan seperti itu. Tentulah, benar-benar kita akan menaruh hormat. Betapa senyumannya yang tulus; pancaran wajahnya, nampak ingin sekali ia membahagiakan siapapun yang menatapnya. Dan sebaliknya, bagaimana kalau kita menatap wajah lain dengan sifat yang berlawanan; (maaf, bukan bermaksud meremehkan) ada pula yang wajahnya bengis, struktur katanya ketus, sorot matanya kejam, senyumannya sinis, dan sikapnya pun tidak ramah. Begitulah, wajah-wajah dari saudara-saudara kita yang lain, yang belum mendapat ilmu; bengis dan ketus. Dan ini pun perlu kita pelajari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambillah kelebihan dari wajah yang menenteramkan, yang menyejukkan tadi menjadi bagian dari wajah kita, dan buang jauh-jauh raut wajah yang tidak ramah, tidak menenteramkan, dan yang tidak menyejukkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada salahnya jika kita evalusi diri di depan cermin. Tanyalah; raut seperti apakah yang ada di wajah kita ini? Memang ada diantara hamba-hamba Allah yang bibirnya di desain agak berat ke bawah. Kadang-kadang menyangkanya dia kurang senyum, sinis, atau kurang ramah. Subhanallaah, bentuk seperti ini pun karunia Allah yang patut disyukuri dan bisa jadi ladang amal bagi siapapun yang memilikinya untuk berusaha senyum ramah lebih maksimal lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan bagi wajah yang untuk seulas senyum itu sudah ada, maka tinggal meningkatkan lagi kualitas senyum tersebut, yaitu untuk lebih ikhlas lagi. Karena senyum di wajah, bukan hanya persoalan menyangkut ujung bibir saja, tapi yang utama adalah, ingin tidak kita membahagiakan orang lain? Ingin tidak kita membuat di sekitar kita tercahayai? Nabi Muhammad SAW, memberikan perhatian yang luar biasa kepada setiap orang yang bertemu dengan beliau sehingga orang itu merasa puas. Kenapa puas? Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW – bila ada orang yang menyapanya – menganggap orang tersebut adalah orang yang paling utama di hadapan beliau. Sesuai kadar kemampuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhasil, ketika Nabi SAW berbincang dengan siapapun, maka orang yang diajak berbincang ini senantiasa menjadi curahan perhatian. Tak heran bila cara memandang, cara bersikap, ternyata menjadi atribut kemuliaan yang beliau contohkan. Dan itu ternyata berpengaruh besar terhadap sikap dan perasaan orang yang diajak bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kemuramdurjaan, ketidakenakkan, kegelisahan itu muncul ternyata diantara akibta kita belum menganggap orang yang ada dihadapan kita orang yang paling utama. Makanya, terkadang kita melihat seseorang itu hanya separuh mata, berbicara hanya separuh perhatian. Misalnya, ketika ada seseorang yang datang menghampiri, kita sapa orang itu sambil baca koran. Padahal, kalau kita sudah tidak mengutamakan orang lain, maka curahan kata-kata, cara memandang, cara bersikap, itu tidak akan punya daya sentuh. Tidak punya daya pancar yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang karena itu, marilah kita berlatih diri meneliti wajah, tentu saja bukan maksud untuk meremehkan. Tapi, mengambil tauladan wajah yang baik, menghindari yang tidak baiknya, dan cari kuncinya kenapa sampai seperti itu? Lalu praktekkan dalam perilaku kita sehari-hari. Selain itu belajarlah untuk mengutamakan orang lain!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan kita dapat mengutamakan orang lain di hadapan kita, walaupun hanya beberapa menit, walaupun hanya beberapa detik, subhanallaah.***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bundel by  UGLY --- Jan '02&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8794657356997735159-2237581003719324988?l=al-rantisi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8794657356997735159/posts/default/2237581003719324988'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8794657356997735159/posts/default/2237581003719324988'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-rantisi.blogspot.com/2008/08/belajar-dari-wajah.html' title='belajar dari wajah'/><author><name>itok toni Al-Rantisi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11325544189110677300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8794657356997735159.post-1917621635791368775</id><published>2008-08-02T21:27:00.002+07:00</published><updated>2008-08-10T23:10:06.586+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tausiah'/><title type='text'>diam itu emas</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam upaya mendewasakan diri kita, salah satu langkah awal yang harus kita pelajari adalah bagaimana menjadi pribadi yang berkemampuan dalam menjaga juga memelihara lisan dengan baik dan benar. Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah saw, "&lt;br /&gt;Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata benar atau diam.", hadits diriwayatkan oleh Bukhari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jenis-jenis Diam&lt;br /&gt;Sesungguhnya diam itu sangat bermacam-macam penyebab dan dampaknya. Ada yang dengan diam jadi emas, tapi ada pula dengan diam malah menjadi masalah. Semuanya bergantung kepada niat, cara, situasi, juga kondisi pada diri dan lingkungannya. Berikut ini bisa kita lihat jenis-jenis diam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Diam Bodoh&lt;br /&gt;Yaitu diam karena memang tidak tahu apa yang harus dikatakan. Hal ini bisa karena kekurangan ilmu pengetahuan dan ketidakmengertiannya, atau kelemahan pemahaman dan alasan ketidakmampuan lainnya. Namun diam ini jauh lebih baik dan aman daripada memaksakan diri bicara sok tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Diam Malas&lt;br /&gt;Diam jenis merupakan keburukan, karena diam pada saat orang memerlukan perkataannya, dia enggan berbicara karena merasa sedang tidak mood, tidak berselera atau malas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Diam Sombong&lt;br /&gt;Ini pun termasuk diam negatif karena dia bersikap diam berdasarkan anggapan bahwa orang yang diajak bicara tidak selevel dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Diam Khianat&lt;br /&gt;Ini diamnya orang jahat karena dia diam untuk mencelakakan orang lain. Diam pada saat dibutuhkan kesaksian yang menyelamatkan adalah diam yang keji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Diam Marah&lt;br /&gt;Diam seperti ini ada baiknya dan adapula buruknya, baiknya adalah jauh lebih terpelihara dari perkataan keji yang akan lebih memperkeruh suasana. Namun, buruknya adalah dia berniat bukan untuk mencari solusi tapi untuk memperlihatkan kemurkaannya, sehingga boleh jadi diamnya ini juga menambah masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Diam Utama (Diam Aktif)&lt;br /&gt;Yang dimaksud diam keutamaan adalah bersikap diam hasil dari pemikiran dan perenungan niat yang membuahkan keyakinan bahwa engan bersikap menahan diri (diam) maka akan menjadi maslahat lebih besardibanding dengan berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Keutamaan Diam Aktif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Hemat Masalah&lt;br /&gt;Dengan memilih diam aktif, kita akan menghemat kata-kata yang berpeluang menimbulkan masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Hemat dari Dosa&lt;br /&gt;Dengan diam aktif maka peluang tergelincir kata menjadi dosapun menipis, terhindar dari kesalahan kata yang menimbulkan kemurkaan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Hati Selalu Terjaga dan Tenang&lt;br /&gt;Dengan diam aktif berarti hati akan terjaga dari riya, ujub, takabbur atau aneka penyakit hati lainnya yang akan mengeraskan dan mematikan hati kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Lebih Bijak&lt;br /&gt;Dengan diam aktif berarti kita menjadi pesdengar dan pemerhati yang baik, diharapkan dalam menghadapi sesuatu persoalan, pemahamannya jauh lebih mendaam sehingga pengambilan keputusan pun jauh lebih bijak dan arif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Hikmah Akan Muncul&lt;br /&gt;Yang tak kalah pentingnya, orang yang mampu menahan diri dengan diam aktif adalah bercahayanya qolbu, memberikan ide dan gagasan yang cemerlang, hikmah tuntunan dari Allah swtakan menyelimuti hati, lisan, serta sikap dan perilakunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Lebih Berwibawa&lt;br /&gt;Tanpa disadari, sikap dan penampilan orang yang diam aktif akan menimbulkan wibawa tersendiri. Orang akan menjadi lebih segan untuk mempermainkan atau meremehkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, diam aktif merupakan upaya menahan diri dari beberapa hal, seperti:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Diam dari perkataan dusta&lt;br /&gt;2. Diamdari perkataan sia-sia&lt;br /&gt;3. Diam dari komentar spontan dan celetukan&lt;br /&gt;4. Diam dari kata yang berlebihan&lt;br /&gt;5. Diam dari keluh kesah&lt;br /&gt;6. Diam dari niat riya dan ujub&lt;br /&gt;7. Diam dari kata yang menyakiti&lt;br /&gt;8. Diam dari sok tahu dan sok pintar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan kita menjadi terbiasa berkata benar atau diam. Semoga pula Allah ridha hingga akhir hayat nanti, saat ajal menjemput, lisan ini diperkenankan untuk mengantar kepergian ruh kita dengan sebaik-baik perkataan yaitu kalimat tauhiid "laa ilaha illallah" puncak perkataan yang menghantarkan ke surga. Aamiin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bundel by  UGLY --- Jan '02&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8794657356997735159-1917621635791368775?l=al-rantisi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8794657356997735159/posts/default/1917621635791368775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8794657356997735159/posts/default/1917621635791368775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-rantisi.blogspot.com/2008/08/diam-itu-emas.html' title='diam itu emas'/><author><name>itok toni Al-Rantisi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11325544189110677300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8794657356997735159.post-5351823144137249563</id><published>2008-08-01T13:40:00.002+07:00</published><updated>2008-08-03T10:42:53.193+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='akhwat only'/><title type='text'>10 Nasehat Untuk Kaum Wanita</title><content type='html'>&lt;span&gt;hNasehat adalah sebuah kejernihan yang sewajarnya hadir dalam kehidupan masyarakat Islam. Terkhusus bagi wanita muslimah yang hidup dijaman ini. Sapaan nasehat adalah penyejuk yang menyegarkan langkah dalam menuju ridha Yang Maha rahmah, Allah tabaraka ta'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Wanita muslimah meyakini bahwa Allah adalah Tuhannya, Muhammad adalah nabinya dan Islam adalah agamanya, dan menampakkan jejak keimanan dalam perkataan, amalan dan keyakinan. Maka ia selalu menjauhi murka Allah, takut akan pedihnya azab Allah dan balasan akibat menyelisihi perintah-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Wanita muslimah selalu menjaga sholat-sholat wajibnya, berwudlu, menjaga kekhusyukan dan ketepatan waktu melaksanakan sholat. Janganlah menyibukkan diri dengan aktivitas yang lain ketika datang waktu sholat. Meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat yang memalingkan dari ibadah kepada Allah. Ia pun menampakkan atsar (bekas) sholatnya dalam peri kehidupan, karena sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar, sholat adalah penjaga terbesar dari kemaksiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Wanita muslimah selalu menjaga hijabnya (mengenakan jilbab) merasa mulia dengan hal tersebut dan dia tidak keluar dari rumah kecuali dalam kondisi berjilbab, dengan jilbab tersebut bertujuan agar Allah menjaganya. Ia pun bersyukur kepada Allah yang telah memuliakan, menjaga dan mengehendaki terjaganya kesuciannya dengan jilbab. "Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu anak-anakmu dan wanita beriman agar mereka mengenakan jilbab-jilbab mereka." (Al Ahzaab : 59).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Wanita muslimah selalu mentaati suaminya, bersikap lembut, cinta, mengajaknya kepada kebaikan, menasehati dan menghibur suaminya. Ia tidak mengeraskan suara dan kasar dalam berbicara kepada suaminya. Rasulullah bersabda, 'apabila seorang wanita menjaga shalat lima waktunya, berpuasa di bulan ramadhan, menjaga kehormatannya, dan mentaati suaminya niscaya ia akan masuk surga. (Hadits Shahih jami').&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Wanita muslimah senantiasa mendidik putranya untuk taat kepada Allah, mengajarinya dengan aqidah yang benar, menanamkan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya serta menjauhi maksiat dan akhlaq yang buruk, firman Allah, 'wahai orang-orang yang beriman jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka'. (At Tahrim : 6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Wanita muslimah tidak berdua-duaan dengan laki-laki yang bukan mahramnya. Sabda Rasulullah, 'barangsiapa wanita yang berdua-duaan dengan laki-laki, maka syetan yang ke-3 nya'. Dan wanita muslimah tidak bepergian jauh kecuali untuk keperluan yang tidak bisa ditinggalkan dan disertai mahram dengan berjilbab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Wanita muslimah tidak berpenampilan atau berdandan seperti kaum laki-laki. Sabda Rasulullah, 'Allah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki.' (Hadits Shahih). Wanita muslimah juga tidak meniru orang-orang kafir dalam kekhususan dan kebiasaan mereka, "barang siapa yang bertasyabuh (menyerupai) suatu kaum, maka ia termasuk golongan kaum tersebut." (Hadits Shahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Wanita muslimah adalah da'iyah (orang yang berdakwah) dibarisan kaum wanita dengan menggunakan perkataan yang baik melalui jalan menziarahi tetangganya, menyambung persaudaraan, melalui telpon, memberikan buku-buku dan kaset-kaset Islam. Ia pun beramal dengan apa yang ia ucapkan dan bersemangat dalam menghindarkan diri dari adzab Allah, 'kalau Allah menghidayahi seseorang melalui perantara kamu maka hal tersebut lebih baik bagimu dari pada binatang ternak yang merah (harta dunia yang banyak). (HR. Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Wanita muslimah menjaga hatinya dari kerancuan dan hawa nafsu, menjaga pandangannya dari pandangan-pandangan yang haram, menjaga telinganya dari hal-hal yang melalaikan dari dzikrullah, ini semua yang dinamakan dengan taqwa, 'malulah terhadap Allah dengan sebenar-benarnya, barang siapa yang malu dengan sebenar-benarnya maka jagalah kepalanya dan apa yang ada didalamnya, dan jagalah perutnya serta yang ada didalamnya, ingatlah kematian dan musibah, barang siapa yang menghendaki akhirat hendaknya ia meninggalkan (tidak cinta) perhiasan-perhiasan dunia, barang siapa berbuat demikian niscaya sikap malunya kepada Allah benar. (Hadits Shahih Jami').&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Wanita muslimah tidak menyia-nyiakan waktu siang maupun malamnya untuk perbuatan yang tidak ada gunanya, atau melewatkan masa mudanya hilang dengan percuma, 'tinggalkanlah mereka yang menjadikan agamanya sebagai permainan dan kesia-siaan'. (Al An'am : 70). Allah berfirman tentang orang yang menyia-nyiakan umurnya, 'alangkah meruginya diri kami dari apa yang telah kami tinggalkan'. (Al An'am : 31).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai muslimah laksanakanlah nasehat-nasehat ini niscaya engkau akan jaya di dunia dan di akhirat.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8794657356997735159-5351823144137249563?l=al-rantisi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8794657356997735159/posts/default/5351823144137249563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8794657356997735159/posts/default/5351823144137249563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-rantisi.blogspot.com/2008/08/10-nasehat-untuk-kaum-wanita.html' title='10 Nasehat Untuk Kaum Wanita'/><author><name>itok toni Al-Rantisi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11325544189110677300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8794657356997735159.post-2061914539684086317</id><published>2008-08-01T02:51:00.001+07:00</published><updated>2008-08-03T10:45:21.570+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='akhwat only'/><title type='text'>bila dia yang kita cintai</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Kira-kira apa perasaan Anda, ketika diberitahu bahwa Anda akan segera kedatangan tamu yang akan menginap di rumah Anda untuk beberapa saat? Seneng ataukah sebaliknya, merasa terganggu atau biasa-biasa saja.&lt;br /&gt;Jawabannya sih tergantung siapa tamunya. Kalau tamunya biasa-biasa saja, barangkali kita juga biasa-biasa saja. -Padahal kita diperintahkan untuk memuliakan tamu- Tapi coba bayangkan. Jika yang akan mendatangi kita adalah orang-orang yang kita cintai dan kita hormati, misal bapak dan ibu, mertua, guru atau temen dekaaat kita atau orang yang pernah berjasa dalam hidup kita. Gimana coba?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah barang tentu kita akan dengan senang hati menyambutnya. Tak perlu ditanya akan berapa lama mereka di rumah kita. Kita pun akan segera menyiapkan sebuah kamar terbagus untuk mereka. Merapikan dan menghiasnya. Kemudian menyediakan jamuan istimewa untuk mereka. Siap memenuhi segala kebutuhan mereka, siap mengantar mereka kemana pun mereka hendak pergi. Dan bila saat-saat perpisahan itu datang, duh rasanya hati ini khawatir apakah service kita mengecewakan tamu tercinta kita. Dan, … pokoknya sedih dah!&lt;br /&gt;Demikian halnya, kita saat ini. Kita sedang berada di gerbang seribu bulan. Bulan yang dimuliakan Allah. Bulan yang ibadah wajibnya dilipatkan Allah hingga 70 kali lipat dan ibadah sunnahnya disamakan dengan ibadah wajib di bulan lain. Bulan penuh berkah, rahmat dan pengampunan serta pembebasan dari nafsu dan belenggu syeitan. Bulan yang didalamnya terdapat sebuah malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.&lt;br /&gt;Bulan Suci Ramadhan akan mendatangi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya sederhana saja: Apakah kita gembira, bahagia dan senang dengan kedatangan bulan ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah pertanyaan di atas bukan bid’ah yang diada-adakan. Apakah ada hubungannya kecintaan dan kebahagiaan kita menyambut Ramadhan dengan amalan kita di dalamnya. Kita tak hendak mendiskusikan ini. Karena ada nilai dan pesan normatif yang lebih penting dari itu.&lt;br /&gt;Bila kita menjawabnya:Ya, seneng dan gembira. Maka ilustrasi di atas akan membuka cakrawala bagaimana kita menyambut tamu yang kita hormati sekaligus kita cintai.&lt;br /&gt;Pertanyaan berikutnya: Apa yang telah kita siapkan untuk menyambutnya. Apa yang kita punyai untuk menyambutnya. Seberapa jauh kita siap dan mempersiapkan keluarga kita untuk menyambutnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan berikutnya: Salah satu tujuan puasa Ramadhan adalah tercapainya ketaqwaaan. Kira-kira kita yang sudah berpuasa selama 10-20 tahunan atau lebih kurang… sejak kapan kita merasa telah mencapai target taqwa tersebut.&lt;br /&gt;Barangkali kita kesulitan untuk merasa, kapan kita mencapai target taqwa. Pertanyaan sederhana berikutnya: Bagaimana dengan Ramadhan tahun kemarin? Bila jawabannya ternyata belum juga, maka… kita punya kesempatan untuk merealisasikannya tahun ini. Ya… insya Allah kita mampu, asal ada kekuatan azam dan niat yang kuat. Kesempatan untuk mengukir prestasi.&lt;br /&gt;Dan bila jawabannya sudah. Maka alangkah sedihnya jika pada tahun ini prestasi kita menurun. Sungguh merugi. Sangat merugi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada empat golongan dan tipe manusia serta sikap mereka dalam menyambut Bulan Ramadhan:&lt;br /&gt;Mukmin yang sungguh-sungguh. Mereka adalah orang-orang yang menganggap bulan ini adalah peluang untuk melejitkan prestasi di hadapan Allah. Maka kita selalu menjumpai orang seperti ini senantiasa merasakan detik-detik Ramadhan sangat berharga. Mereka selalu berada dalam ketaatan. Kalau tidak sedang shalat, baca Al-Qur’an, dzikir, saling menolong dan menasehati, memenuhi kebutuhan saudaranya dsb. Tak ada waktu terlewat kecuali untuk sesuatu yang baik dan bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segolongan orang yang niatnya baik, tapi himmah dan azamnya lemah. Orang ini berniat menargetkan berbuat sesuatu di bulan Ramadhan. Mereka punya tekad berbuat baik. Tapi karena azamnya lemah, maka hanya bertahan pada awal-awal bulan saja. Kemudian mereka tidak merasakan kehadiran tamu ini. Baik hanya di awalnya saja setelah itu ketahuan aslinya. Orang yang biasa-biasa saja. Artinya kedatangan Ramadhan tidak memberi bekas sama sekali. Kalau ibarat tamu, ia dicuekin. Sedih!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang tidak menyukai kedatangan Ramadhan. Karena mereka menganggap Ramadhan sebagai penghalang bagi mereka untuk memuaskan nafsu dan segala keinginan. Mereka dengan terpaksa menerima kedatangan tamu ini tapi sesungguhnya mereka membencinya. Lebih parah dari pada ini. Orang yang tidak menghormati sama sekali adanya bulan Ramadhan. Dengan sangat ringan menginjak-injak kesucian dan kehormatannya.&lt;br /&gt;Kembali kita tanya diri kita sendiri. Kita berada di bagian mana dari ke empat tipe di atas. Jangan sampai kita berada dalam suatu keadaan sebagaimana yang disabdakan Rasulullah saw. “Rugi dan merana lah orang yang menjumpai Ramadhan sedang dosanya belum diampuni”.&lt;br /&gt;Sedang para sahabat Rasul saw. Setengah tahun setelah berpisah dengan Ramadhan mereka berdoa: “Ya Allah terimalah puasa dan amalan kami di Bulan Ramadhan”. Setengah tahun berikutnya mereka berdoa: “Ya Allah smapaikan –umur- kami hingga kami menjumpai Ramadhan”. Ya, karena mereka tahu penting dan berharganya Ramadhan karenanya berharap sepanjang tahun adalah bulan Ramadhan. Karena mereka sangat mencintai Ramadhan. Gembira ketika tamu Agung itu datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanakah kita? Tak perlu kita jawab sekarang. Masih ada waktu untuk merenungkannya dengan diri kita.&lt;br /&gt;Bersegeralah sebelum kita menyesal!&lt;br /&gt;saiful_elsaba@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8794657356997735159-2061914539684086317?l=al-rantisi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8794657356997735159/posts/default/2061914539684086317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8794657356997735159/posts/default/2061914539684086317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-rantisi.blogspot.com/2008/07/bila-dia-yang-kita-cintai.html' title='bila dia yang kita cintai'/><author><name>itok toni Al-Rantisi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11325544189110677300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8794657356997735159.post-1553991956000034431</id><published>2008-08-01T02:43:00.003+07:00</published><updated>2008-08-03T10:46:55.822+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='akhwat only'/><title type='text'>begitulah cinta</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;eramuslim - Dua baris kalimat pendek dalam email itu sempat membuat hatiku berbunga-bunga tiada tara. Mengingat sangat jarang bahkan hampir dapat dikatakan tidak pernah dalam tiga bulan pernikahan kami, suamiku menulis kata-kata sebegitu romantisnya seperti yang dia lakukan di atas.&lt;br /&gt;Usia pernikahan kami memang masih sangat muda, yang mungkin bagi sebagian orang masih belum berarti apapun. Namun insya Allah pondasi pernikahan yang kami bangun didasari dengan kalimah Lillahi ta'ala, tanpa (saling) cinta yang menggebu layaknya pasangan-pasangan yang sedang asyik memadu kasih. Pun, tanpa kata sayang apalagi secara verbal mengatakan 'I love you'.&lt;br /&gt;Sebagian besar kawan memberi julukan pernikahan kami dengan istilah 'kawin instan'. Instan yang berarti serba cepat dan serba mendadak. Bahkan segelintir orang sempat merasa curiga ada apa-apa dengan pernikahan ini, seandainya mereka tidak melihat calon suami seorang ikhwan yang insya Allah sholeh. Usia perkenalan kami yang hanya dua minggu, rasanya mustahil dibilang ada rasa cinta. Walau ada pepatah yang mengatakan 'love at the first sight'. Namun bagi kami, 'love' di antara kami lebih indah dan lebih dahsyat justru hadir setelah ijab kabul terlaksana. Tidak percaya? Buktikan sendiri.&lt;br /&gt;Dan episode pacaran pun baru dimulai sesudahnya. Rasanya, masya Allah... rasa cinta, rindu dan segudang rasa sayang yang besarnya bagai air bah yang meluap dan meluber ke segala sudut hati. Sangat mengherankan jika banyak pemuda-pemudi yang berpasangan lebih leluasa berpacaran berlama-lama sebelum ijab kabul terlaksana. Padahal mereka banyak melakukan hal-hal yang diharamkan oleh agama. Pernah terlintas dalam benak kami, kenapa mereka tidak menyegerakan menikah agar segala yang haram menjadi halal?&lt;br /&gt;Bukankah lebih indah dan bahkan sejuta rasanya jika kita dapat meluapkan rasa cinta kita kepada pasangan yang sudah disahkan dengan tali pernikahan?. Pacaran? siapa yang melarang? wong apa yang kami lakukan sekarang justru sedang 'hot-hot' nya pacaran kok, pacaran yang dihalalkan Allah. Pacaran yang dimulai setelah ijab kabul. Indah bukan?...&lt;br /&gt;Pernah satu kali, ketika keadaan memaksa kami untuk berpisah selama satu malam. Satu malam perpisahan kami rasakan bagai sebulan, telepon dan SMS pun mengalir. Tak tahan rasanya berpisah dengan belahan hati walau satu malam pun!&lt;br /&gt;Tidak ada pernikahan tanpa berselisih paham. Jika hal tersebut terjadi, kami berusaha kembalikan kepada hukum Allah dan kemesraan pun terjalin kembali. Bagi pasangan-pasangan yang berpacaran sebelum menikah, jika terjadi selisih paham dan emosi yang bermain maka keputusan yang diambil mungkin lebih ekstrim, yaitu putus hubungan. Padahal dosa-dosa akibat mendekati zina yang dimurkai Allah sudah mereka lakukan.&lt;br /&gt;"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk." (Al-Israa:32)&lt;br /&gt;Pernikahan adalah perjanjian suci yang dipersatukan oleh Allah. Pun, jika terjadi salah paham kita dianjurkan untuk tidak memakai emosi di dalam menyelesaikannya. Kata "putus" untuk sebagian pasangan yang belum menikah mungkin lebih mudah diucapkan, namun tidak bagi pasangan yang menikah seperti kami (dan mungkin juga pasutri lainnya). Pernikahan ini adalah pagar bagi kami untuk tidak berbuat hal-hal yang dibenci Allah Swt.&lt;br /&gt;Kami percaya, cinta yang hadir di kehidupan pernikahan kami adalah karena Allah Swt menghendaki demikian adanya. Lewat cinta-Nya kepada kami, dianugerahkan-Nya rasa cinta dan kasih di antara kami sebagai pengikat tali pernikahan kami. Insya Allah, akan kami jaga sampai maut memisahkan kami atau bahkan sampai cita-cita kami berdua tercapai, ber-reuni di Surga-nya Allah, amin ya Robb, amin. Dan kami percaya, awal perkenalan sampai proses pernikahan kami yang 'serba instan' juga buah karya dan keputusan dari Sang Raja dari segala raja yang telah menghadirkan rasa cinta itu di setiap helaan nafas kami, (dan semoga untuk selamanya).&lt;br /&gt;..... I miss bunda! (dari: ayah)&lt;br /&gt;Sebaris short message (SMS) masuk ke handphone ku siang itu. Anganku pun langsung terbang ke langit, mempesona. Begitulah Cinta! Wallahu'alam Bishshowab. (untuk ayah IH sal-say, dari: bunda)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8794657356997735159-1553991956000034431?l=al-rantisi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8794657356997735159/posts/default/1553991956000034431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8794657356997735159/posts/default/1553991956000034431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-rantisi.blogspot.com/2008/07/begitulah-cinta.html' title='begitulah cinta'/><author><name>itok toni Al-Rantisi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11325544189110677300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8794657356997735159.post-6537167311315553745</id><published>2008-08-01T02:43:00.002+07:00</published><updated>2008-08-03T10:46:09.239+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='akhwat only'/><title type='text'>agar dia selalu cinta</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;eramuslim - “Sayang, I love you!” Hari ini entah sudah untuk yang keberapa kalinya suamiku membisikan kata itu dengan lembut tidak saja langsung bibirnya menempel di telingaku, tetapi juga melalui SMS ketika dia sudah di kantor. Biasanya akupun langsung membalasnya, I love you too, mas. Terima kasih telah menjadi suamiku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menyadari, aku memiliki bebrapa kelebihan, tetapi sesungguhnya kekuranganku jauh melebih kelebihan yang aku punya. Aku bukan perempuan yang cantik jelita seperti ratu balqis, bukan pula wanita kaya raya seperti ummahatul mu’minin Khadijah. Walaupun tidak buta, tetapi pemahamanku terhadap Islampun masih perlu perbaikan.Tak banyak yang istimewa yang aku punya, makanya aku sangat bersyukur sekali Allah menghadirkan seseorang yang Allah halalkan tidak saja hatinya tetapi juga fisiknya padaku. Walaupun aku hanyalah perempuan biasa, Allah memberiku seorang laki-laki yang sholeh, baik, rendah hati dan amat sangat sayang padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibuku pernah berpesan, ada empat perkara yang harus kita perhatikan agar tercipta syurga dunia dalam rumah tangga. Sebagai seorang istri kita memang dituntut untuk memaksimalkan kemamapuan agar indah dipandang mata, sejuk dilihat, tenang ditinggal, membangkitkan gairah, dan menumbuhkan ketaatan suami kepada Allah. Disamping menjadi ibu yang baik dalam mendidik anak-anak kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, mampu memberikan kepuasan di tempat tidur. Tempat tidur adalah ruang yang paling privacy antara kita dan suami. Disanalah biasanya suami mengurai keletihan setelah bekerja seharian. Tempat tidur juga merupakan tempat dimana biasanya suami istri menunaikan hajat seksualnya. Untuk itu istri di tuntut untuk menata tempat tidur dengan baik, bersih dan harum. Istri perlu memahami kebutuhan seksual suami, memenuhi ajakan bersetubuh dengan segera, memberikan kepuasan maksimal dalam bersetubuh, jika perlu tidak ada salahnya istri menawarkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, menciptakan keindahan di dalam rumah, menatanya dengan penuh artistik, serta menjaga harta yang ada di dalamnya. Rumah yang besar belum tentu menciptakan ketenangan dan kedamaian. Perabotan yang banyak lagi mahal tidak juga bisa membuktikan penghuninya adalah pasangan yang berbahagia. Keindahan di sini adalah keindahan yang terpancar dari tangan lembut dan keikhlasan penatanya, yaitu istri yang sholehah, qonaah, tawadhu, dan rendah hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, mendidik dan menjaga anak-anak. Anak-anak adalah amanah, anak-anak adalah investasi, anak-anak merupakan hiburan bagi kita. Anak-anak yang bersih, sehat, cerdas adalah dambaan orang tuanya. Menjadikan anak-anak kita sholeh, cerdas, sehat dan bersih membuktikan keberhasilan kita mendidik mereka. Suami akan bekerja lebih giat untuk mencari nafkah jika melihat anak-anak dalam kondisi seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, saling memaafkan. Suami istri berasal dari dua keluarga yang berbeda, kebiasaan yang berbeda, adat-istiadat yang berbeda, sifat yang berbeda. Keduanya bukanlah makhluk yang sempurna yang tak pernah salah. Keduanya sama-sama memiliki kekurangan. Meminta maaf terlebih dahulu jika memiliki salah dan segera memaafkan suami serta tidak mengungkit-ungkit lagi kesalahan yang pernah ada akan menautkan lagi kemesraan kita berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang suami tidak akan memikirkan perempuan lain jika istri mampu menampilkan semua ini dihadapanya. Memberikan kebahagiaan lahir batin, menciptakan suasana segar, serta istri yang menentramkan jiwa. Tak akan pula ada percekcokan, sakit hati atau penyesalan telah mengikat janji berdua dihadapan Allah aza wajalla. Yang ada adalah ungapan sayang, kata-kata mesra, cinta yang selalu berbunga, mudah-mudahan berkah Allah selalu melingkupinya.&lt;br /&gt;yesi elsandra&lt;br /&gt;el-sandra@lycos.com&lt;br /&gt;(For my husband, I will always love you)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8794657356997735159-6537167311315553745?l=al-rantisi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8794657356997735159/posts/default/6537167311315553745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8794657356997735159/posts/default/6537167311315553745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-rantisi.blogspot.com/2008/08/agar-dia-selalu-cinta.html' title='agar dia selalu cinta'/><author><name>itok toni Al-Rantisi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11325544189110677300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry></feed>
